Napak Tilas Relawan HILMI-FPI di Obyek Wisata yang Hancur

Terhitung sejak tanggal 29 September 2018, HILMI-FPI, telah menjadi bagian dari lembaga yang beroperasi menjalankan misi kemanusiaan diwilayah bencana. Telah hampir satu bulan lamanya, misi tanggap bencana HILMI-FPI menunaikan amanat para donatur.

Berbagai pelayanan baik dari bantuan fisik, bantuan mental, bantuan psikologis, bahkan bantuan material telah diberikan kepada warga masyarakat Kabupaten Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah. Empat runtetan musibah yakni gempa bumi, likuifaksi, tsunami, dan luapan lumpur meluluhlantahkan Sigi, Palu, Donggala, Sulawesi Tengah. Menurut, pantauan Tim Media HILMI yang berkesempatan liputan langsung dilapangan, diketahui, hingga sampai dengan saat ini misi kemanusian HILMI-FPI tetap berjalan, dengan semangat Lillahi ta’ala.

Setelah lima hari berada di Palu, dan ikut terlibat dalam proses kegiatan operasional tanggap bencana, dari serah terima bantuan di Posko Utama, Pelayanan Medis hingga tindakan operasi kecil, juga bergabung menjadi team Gerak Malam Relawan HILMI-FPI, dengan semboyan “Pelayan Ummat, Pembela Agama” bermodalkan niat dan tekad kuat, para relawan masih tetap menjadi pembela dan pelayan umat.

Di sisi lain, menurut tim peliputan media HILMI-FPI yang berada di lokasi. Satu hal yang juga menjadi kebutuhan untuk para relawan yang terlibat dalam segala aktifitas kegiatan hingga proses kerelawanan yang mencurahkan hati, pikiran dan tenaganya untuk warga masyarakat korban bencana dan terdampak, kebutuhan relawan yang dirasa perlu yakni wisata ketempat wisata lokal. Tak salah jika, relawan relawan luar daerah pun harus mengunjungi tempat tempat wisata lokal yang dikelola warga setempat.

Kemudian, Tim Media HILMI-FPI berkesempatan ikut menyambangi tempat wisata kawasan Permandian Air Panas, di Desa Mantikole, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kawasan yang biasanya dipenuhi pengunjung baik dari warga lokal maupun pesintas, kini kondisinya sangat memperihatinkan. Wahana dan fasilitas bermain bagi wisatawan rusak parah. Selain itu sumber air panas yang berasal dari Air Terjun Dolo itu sudah ada sejak lama, beberapa titik keluar sumber air panas mengaliri kolam kolam pemandian untuk anak-anak dan dewasa hingga menjadi tempat objek wisata murah meriah.

“Disini ini dulu, tempat berlindung orang orang tua dulu, saat perang melawan Belanda, tempat ini aman karena ada di atas jalur menuju perbukitan. Sumber air panas ini, dari cerita orang tua dulu, tusuk tanah keluar mata air, kemudian, tusuk tanah disini ini keluar mata air, terus pindah lagi tusuk tanah lain keluar air mata air hangat baru” Kata Usrin (45) warga Dusun 02, saat ditemui dilokasi, kepada tim media HILMI, Rabu (24/10/2018) pukul 02.00 WITA dinihari.

Tampak sisa sisa reruntuhan tembok bangunan tergeletak di mana-mana. Retakan tanah dimana mana khususnya jalur setapak menuju lokasi wisata, Rusaknya tanggul yang mengaliri sumber air hangat menambah kesan sangat memperihatinkan, terlebih hingga gesernya kolam tempat pemandian air hangat dari tempat semula yang semestinya, bahkan mushollah yang terbuat dari kayupun hampir rubuh meskipun bangunannya masih berdiri tak presisi sebagai mana pada umumnya sebuah mushola.

“Air panas itu (yang ditunjuk warga tersebut ke tim peliputan) titik mata air baru. Pasca Gempa ini masyarakat sangat khawatir (ada kejadian alam kembali) hanya saja masyarakat bertawakal kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Kolam ini sumbernya dari sana (atas bukit), disini air panas bertemu dengan air dingin, makanya air panas disini bisa reda” lanjut Pak Usrin (45) sambil menunjukan empat titik sumber keluarnya air panas tersebut kepada tim peliputan.

Pria bertubuh gempal, yang sehari hari berprofesi sebagai pekerja lepas ini berharap agar dusun dan desa ini segera pulih agar perputaran perekonomian warga Sulawesi Tengah, khusunya warga Desa Mantikole, Kecamatan Dolo, Sigi Barat, juga perhatian dari pemerintah kabupaten untuk pengembangan wisata lokal desa tersebut.

“Mudah mudahan Palu, Sigi, Donggala Pulih. Didesa ini juga harus cepat pulih karena pengelolaan wisata ini beri warga pemasukan, dan juga pegangannya Kabupaten Sigi” tutup Pak Usrin (45 th) sembari melempar senyum. (Djo)

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bencana / Napak Tilas Relawan HILMI-FPI di Obyek Wisata yang Hancur
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram