Husen, Hunian Sementara HILMI-FPI untuk Warga Lombok

Program pembangunan rumah “HUSEN” alias Hunian Sementara yang diusung HILMI-FPI kepada warga Lombok, telah berhasil dinikmati oleh sebagian warga. Saat ini, beberapa rumah diantaranya sudah mereka gunakan sebagaimana mestinya.

Sejatinya, program tersebut memang ditujukan bagi para kaum Dhuafa, janda-janda lansia (lanjut usia), serta anak-anak yatim-piatu yang lolos dari perhatian pemerintah daerah (pemda) setempat. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu tajuk menarik bagi mereka yang terkena dampak gempa tersebut.

Seperti yang dirasakan oleh Jaya Marga, anak dari Bpk Samidi yang sebelumnya telah menjadi salah satu target bantuan HILMI-FPI dalam program hunian sementara. Berdasarkan pantauan Media HILMI-FPI, pada Selasa (23/10/2018), Bpk. Samidi dinyatakan meninggal akibat sakit yang dideritanya selama lebih kurang 4 tahun.

Baca juga:
HILMI-FPI Bangun Rumah untuk Para Korban Gempa Lombok

Rumah yang digulirkan HILMI-FPI kepada almarhum berada di lokasi dusun Pendua Daya, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Kini, rumah tersebut telah diteruskan oleh anaknya, Jaya Marga bersama ibunya yang juga masih menderita sakit akut (menahun).

Dia (Jaya Marga) pun merasa gembira dengan kedatangan tim berkunjung ke rumahnya. Ungkapan terimakasih kerap dilontarkan melalui lisannya yang terbata-bata. 

“Alhamdulillah, kami sangat berterimakasih sekali kepada HILMI-FPI yang telah memberikan ‘Husen’ ini, karena itu sangat bermanfaat bagi kami. Saya berbicara mewakili ayah saya yang kini sudah tiada. Kini saya bersama ibu menempati rumah ini, karena saya sendiri belum memiliki tempat tinggal dan ibu saya juga sedang sakit sudah 4 tahun,” ungkap Jaya.

Sementara itu di lokasi berbeda di desa yang sama, Bu Sayi yang juga menjadi salah satu target bantuan ‘Husen’ dari HILMI-FPI menyatakan kegembiraannya atas kepemilikan hunian tersebut. Ketika ditemui tim HILMI-FPI, janda lansia ini tengah membersihkan reruntuhan rumah yang hancur lantaran gempa.

Dia berujar, hunian sementara yang diberikan kepadanya merupakan sesuatu keberkahan yang luar biasa dari Allah SWT. Tak banyak kata-kata yang terlontar dari ‘bibir indahnya’, hanya sorot wajahnya nan polos serta rekahan senyuman yang keluar, dibarengi dengan ungkapan syukurnya atas bantuan yang diberikan kepadanya.

“Saya sangat berterimakasih sekali karena telah mendapatkan bantuan rumah ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya selama ini,” ungkap janda lansia itu.

Sebagai informasi, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan-Lombok Utara ini merupakan lokasi korban gempa yang tercatat paling banyak menerima bantuan Hunian Sementara. Berdasarkan pantauan tim, terdapat 9 unit rumah yang telah menerima bantuan tersebut, diantaranya terdapat janda lansia, panti jompo, dan kaum dhuafa.

Setahap ini HILMI-FPI total telah berhasil membangun 50 unit rumah. Dan tahap selanjutnya bersiap membangun kembali sebanyak 20 unit rumah untuk warga para korban gempa di Lombok.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bedah Rumah / Husen, Hunian Sementara HILMI-FPI untuk Warga Lombok
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram