tim Trauma Healing HILMI-FPI, Yana Rahma bersama para warga memegang boneka Puppet

Boneka Puppet Jadi Media Komunikasi dan Hiburan Anak-Anak Korban Gempa

Gempa bumi yang mengguncang kota Lombok dan sekitarnya, berdampak pada trauma psikologis yang dialami oleh anak-anak korban. Rangka mengatasi dan meminimalisir hal tersebut, tim Trauma Healing HILMI-FPI, Yana Rahma juga memberikan motivasi kepada anak-anak korban.

Metode yang diajarkan oleh Yana adalah memberikan pelatihan kepada fasilitator anak untuk bisa mendongeng, bercerita, serta melakukan improvisasi melalui media boneka Puppet yang diusungnya.   

“Saya mengajarkan kepada fasilitator anak adalah tehnik bagaimana cara menggunakan boneka tersebut, bagaimana berimprovisasi biar adik-adik itu fokus terhadap kakak-kakaknya dan mau mendengarkan dongeng, dan menyampaikan apa sih tujuan dari dongeng itu,” jelas ikhwani yang akrab disapa Kak Yana ini kepada Media HILMI-FPI, Senin (22/10/2018).

Menurutnya, melalui media tersebut, Yana optimis lantaran boneka yang bisa digerakkan itu bisa menjadi media komunikasi untuk dapat menyampaikan nilai-nilai adab, moral tanpa menggurui dengan cerita yang menyenangkan. Sehingga mereka bisa berimajinasi, mengembangkan pemikiran mereka kemudian bisa menambah kosa-kata terhadap mereka.

“Lewat dongeng yang kita sampaikan kepada fasilitator ini manfaatnya sangat banyak. Saya harap untuk teman-teman fasilitator anak Lombok ini nantinya bisa mengaplikasikannya kepada adik-adik disana,” tegasnya. 

Boneka itu sendiri, kata Yana, hanyalah sebagai pelengkap agar mereka (anak-anak korban gempa) bisa fokus. “Namanya anak-anak, mereka lebih tertarik kalau semisal ada yang lucu dan menghibur. Ini hanyalah strategi khusus yang kami lakukan untuk bisa membuat mereka fokus dulu, barulah kita berikan penanaman adab dan moral,” jelas Yana.

Setelah mereka nyaman dengan media ini, lanjutnya, maka fasilitator anak akan mudah menyampaikan cerita. “Bahkan fasilitator sudah ada yang bisa menyampaikan dengan boneka dan sudah mengaplikasikannya kepada anak-anak,” kata dia.

Diakuinya, boneka ini bisa menjadi sumber inspirasi terhadap anak-anak. Bahkan ada anak yang ingin seperti boneka tersebut, baik dari sikap, perilaku serta adab dan sifat-sifat boneka Puppet itu. 

“Alhamdulillah, adik-adik jadi senang dan terinspirasi dengan boneka ini. Nah, kami ingin menanamkan moral kepada adik-adik melalui boneka ini, untuk membentuk karakter mereka, ketangguhan mereka, tanggung jawab, melatih kesabaran dan lain sebagainya,” pungkas Yana.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Boneka Puppet Jadi Media Komunikasi dan Hiburan Anak-Anak Korban Gempa
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram