Penanaman materi religi yang diberikan kepada fasilitator anak untuk menguatkan hati mereka

Bencana Gempa di Lombok, Ujian atau Adzab?

Aktivitas tim Trauma Healing HILMI-FPI dalam merekrut sebanyak 120 fasilitator anak, mendapatkan antuasias yang luar biasa dari masyarakat. Fasilitator Anak yang terdiri dari remaja/orang dewasa sudah mampu memberikan fasilitasi terhadap tumbuh kembang anak (agen of change) untuk anak. 

Tim HILMI-FPI memang bertujuan ingin memanjakan mereka, karena calon peserta itu, merupakan bagian dari korban gempa. “Kita ajak mereka keluar dari zona bencana, artinya mereka kita pindahkan dari lokasi bencana, kita sediakan akomodasi, transportasi, kemudian kita layanai dengan manusiawi,” kata Koordinator tim Trauma Healing HILMI-FPI, Arief Septia Prayudha.

Melalui materi yang diberikan kepada fasilitator juga terdapat pendalaman religi. Mereka dibentuk untuk bisa menjadi orang yang bersyukur, bersabar dan lain sebagainya. 

Tim Trauma Healing HILMI-FPI juga menekankan kepada para peserta untuk selalu berintrospeksi mengenai sudut pandang dari bencana itu sendiri. 

Artinya, kalau bencana itu datang kepada orang-orang yang beriman berarti bentuknya adalah ujian untuk mengangkat kemuliaan mereka. Akan tetapi kalau datang kepada orang-orang yang kufur, maka itu menjadi adzab bagi orang-orang tersebut. 

“Nah, posisi itu yang kemudian menjadi sudut pandang baru buat mereka. Mereka hanya tinggal menempatkan posisi tersebut, mereka itu sebagai orang yang beriman atau sebagai orang yang kufur akan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT?,” ungkapnya. 

Kalau sebagai orang beriman, lanjut Yudha, kejadian bencana di Lombok ini adalah bagian dari ujian, bentuk kasih-sayang Allah untuk mengangkat kemuliaan mereka. 

“Hal inilah yang kemudian menjadi dasar pemahaman untuk menguatkan hati mereka agar condong berbuat baik terhadap sesama, dan taat beribadah kepada Sang Maha Pencipta,” tuntasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bencana / Bencana Gempa di Lombok, Ujian atau Adzab?
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram