Koordinator tim Psikologis HILMI-FPI Dra. Ani Sunarni dan Dra. Mira Seba

Lima Jurus Jitu Atasi Trauma Akut

Pasca gempa bumi yang melanda pulau Lombok-Nusa Tengara Barat dengan skala 6,4 SR beberapa bulan lalu menimbulkan rasa trauma yang mendalam, terlebih oleh para penduduk di beberapa wilayah tersebut.

Selain nyawa, harta benda yang mereka kumpulkan semasa itu, terpaksa direnggut oleh Sang Maha Kuasa. Bahkan yang lebih dikhawatirkan oleh sebagian penduduk adalah rasa takut yang mendalam yang masih dirasakan para korban hingga sekarang.

Oleh sebabnya, tim psikologis HILMI-FPI memberikan solusi terbaik melalui konseling maupun pendekatan psikis kepada para korban. Berikut ini beberapa tips khusus yang diberikan oleh Ketua Koordinator Bidang Psikologi, Dra. Mira Seba kepada mereka yang masih memiliki traumatis. 

1. Jika kesedihan kerap melanda, sebaiknya mencari orang untuk diajak bercerita (berbicara dengan teman/orang yang bisa diajak bercerita)

Bisa juga dengan terapi kelompok. Jadi, semuanya diceritakan saja, apa yang dilakukan, apa yang dialami serta apa yang dirasakan. 

“Terkadang orang yang saling mendengarkan itu bisa mendapatkan pengalaman baru. Karena ternyata setelah dia saling sharing dan mendengar dari orang lain maka ada yang lebih menderita ketimbang dirinya tapi koq dia lebih tegar,” terang Mira.

Contoh kasus, tim Psikolog pernah menemukan seorang bapak, yang istrinya tewas akibat tertimpa reruntuhan, tapi dia belum sadar. Lantaran waktu kejadian dia sibuk membantu korban lainnya, tapi ternyata setelah kembali rutinitas dia baru sadar, seperti timbul penyesalan. 

2. Melakukan kegiatan yang selama ini terhenti atau menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif. 

Menurut Mira, setidaknya hal ini akan meminimalisir trauma mereka.

3. Mencari orang-orang yang senasib 

Dengan sharing (bercerita), saling berkeluh kesah sehingga pasti dia bisa melewati masa sedih itu. “Kenapa senasib itu lebih cepat membantu? karena dia sama-sama merasakan. Apalagi kalau dia itu suaminya, anak-anaknya atau keluarganya,” kata Mira.

4. Jangan melakukan aktifitas yang membutuhkan penyesuaian diri atau pemikiran yang berat 

Misalnya, dia berkeinginan “Ah sudahlah saya ingin pindah ke kota saja”. Nah hal seperti itu, kata Mira, tentunya memerlukan penyesuaian diri lagi dan adaptasi baru lagi. “Itu membutuhkan energi yang besar, sementara dia kondisinya sedang labil/galau. Jadi, jangan membuat keputusan atau tindakan yang agak berat. Artinya yuk ramai-ramai kita selesaikan dulu disini,” ungkapnya. 

5. Menjaga kesehatan

Menjaga pola makanan yang baik, seperti sayuran dan buah-buahan. Jangan sering mengkonsumsi mie instant, karena sebetulnya itu malah gak sehat. Mie instant jangan dijadikan sebagai menu utama. 

Kemudian jangan mengkonsumsi obat-obatan yang malah membuat kesembuhan yang semu. “Memang setelah diminum dia lupa disebabkan oleh ngantuk, tapi setelah hilang pikiran itu akan timbul lagi,” tuntasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Lima Jurus Jitu Atasi Trauma Akut
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram