Begini Aksi Tim Psikolog HILMI-FPI atasi Trauma Healing di Lombok

Dampak psikologis yang dirasakan oleh para korban gempa khususnya di wilayah Lombok, menjadi salah satu tanggung jawab tim relawan HILMI-FPI untuk dapat meminimalisir ketegangan tersebut. 

Sejak September 2018 lalu, team psikolog yang tergabung dalam HILMI-FPI sudah mulai aktif untuk terjun guna membantu ‘penyembuhan mental’ para korban. Kegiatan ini akan terus berkelanjutan hingga kondisi traumatis korban berangsur-angsur pulih.

Menyoal aksi pemulihan mental, tim Psikolog HILMI-FPI, Dra. Mira Seba bersama rekannya, Dzakiah Yuniarti pun berkolaborasi guna tercapainya program kerja yang mereka siapkan.

“Kehadiran kami di Lombok tentu saja yang utama adalah memberikan konseling kepada para korban yang membutuhkannya, dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa (orang tua). Namun lebih jauh, kami juga memberikan pelatihan, pembekalan kepada para guru, orang tua serta para korban gempa di Lombok,” ungkap Ani Sunarni.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan setidaknya dapat membantu ‘menyembuhkan mental’ baik untuk dirinya sendiri, keluarga atau bahkan orang lain dari rasa traumanya. Oleh karenanya, aktifitas tim psikolog dimulai terlebih dahulu diberikan kepada para guru SMPN 1 Bayan sebagai awal pembekalan. 

Strategi yang dilakukan tim psikolog dimulai di salah satu kelas di SMP tersebut, melalui simulasi game. “Tujuan kegiatan ini adalah membentuk ‘Group Building’ – mempererat ikatan sosial antar peserta,” ujar wanita yang akrab disapa Yuyun ini.

Sebagai informasi, SMPN 1 yang dipunggawai oleh H. Ahmad Munadi, memiliki pengajar sebanyak 15 orang. Mereka adalah Ibu Faridha, Ibu Yuli Pidiawati, Bapak R. Irayaksa, Bapak M. Supriyadi, Bapak Samsul Hadi, Bapak Firman Lazuardi, Bapak Taufik Mariadi, Bapak Taufik Rahman, Ibu Ratnati, Bapak Suarno, Bapak Maedi, Bapak Arman Suandi, Ibu Yayuk Suciati, Ibu Erni Jumaini dan Bapak Martiadi.

Dra.Mira Seba juga berujar, kesemua guru tersebut merupakan peserta pertama yang akan mendapatkan ‘pembekalan’ awal dari rangkaian program ‘trauma healing’ menjadi ‘ trauma healer’. 

“Alhamdulillah peserta antusias. Ada tawa dan semangat dari ekspresi mereka meski tetap masih ada rasa haru, wajah ragu diantara para guru tersebut. Ini baru mulai,  masih banyak acara pembekalan dan konseling ke depan. Semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran aamiin yaa Robbalallamiin,” harapnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Begini Aksi Tim Psikolog HILMI-FPI atasi Trauma Healing di Lombok
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram