Kiprah Tim Medis HILMI-FPI di Lombok

Hilal Merah Indonesia, NTB – Keberadaan tim medis dalam bencana gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan salah satu elemen penting yang tergabung dalam Tim Relawan HILMI-FPI sejak pasca gempa terjadi.

Tim medis HILMI-FPI menjadi ujung tombak dengan segala upayanya dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada sebelum, pada saat dan setelah bencana.

Tim medis dan paramedis yang terdiri dari para dokter, perawat, apoteker dan herbalis ini, telah bertugas sejak di mana gempa besar berkekuatan 7 skala richter mengguncang Pulau Lombok kala itu.

Secara bergiliran tim medis maupun paramedis diperbantukan ke kawasan-kawasan bencana yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka adalah para dokter, dr. Robby Hafidz, dr. Sonia Pramesti, dr. Syaiful Anam.  Juga terdapat para juru rawat antara lain Ustadz Roni Syahputra dan Ustadz Syaiful.

Di pengobatan alternatif HILMI-FPI juga mendatangkan para herbalis antara lain, Ustadz Andi Hasbi, Ustadz Subagyo, Ustadz Khurnain, Ustadz Agus, dan lainnya.

Banyak sudah yang dilakukan Tim Medis HILMI-FPI dalam menangani para korban bencana gempa di Lombok. Mulai dari mengadakan balai kesehatan darurat di sebuah lokasi, memasuki satu persatu tenda-tenda pengungsian, hingga mendatangi satu-persatu korban ke pelosok-pelosok desa dan dusun secara bergantian hingga malam hari. Tak jarang Tim Medis HILMI-FPI menemukan korban di perjalanan, terutama awal-awal gempa dahsyat terjadi, yang disertai gempa-gempa susulan berturut-turut.

Adapun kisah lain dari kiprah Tim Medis HILMI-FPI selama menangangi para korban gempa di Lombok, berikut paparan cerita dari dr. Robby Hafidz, salah satu dokter senior yang berhasil direkam HILMI Tv yang diwawancari langsung oleh Ketua DPP Hilal Merah Indonesia (HILMI) Habib Ali Al Hamid.

“Saya bersama rekan-rekan telah berhasil melakukan pemeriksaan dan pengobatan di NTB ini, dengan keluar masuk dusun. Bukan hanya di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU) saja, bahkan hingga Lombok Timur dan Lombok Barat.” ungkap dr. Robby saat membuka wawancara di gudang penyimpanan obat-obatan di posko induk HILMI-FPI di dalam gedung SDN 2 Kayangan, Lombok Utara.

Dokter yang berasal dari Bangil, Pasuruan, Jawa Timur yang telah tiba di Lombok sejak 6 Agustus 2018 lalu ini lebih lanjut menuturkan, “Alhamdulillah, secara cakupan menurut data terakhir yang dihimpun,
Tim Medis HILMI-FPI telah berhasil menangani sebanyak 1.459 pasien lebih.”

Menurut dr. Robby, tahapan awal pada 5 hari pasca gempa umumnya masih banyak masyarakat yang mengalami fraktur atau patah tulang, diskolasi juga luka robek, yang mengharuskan dirinya melakukan penjahitan pada luka dan bahkan operasi kecil ringan di lokasi.

“Kita telah melakukan operasi ringan ini telah lebih dari 100 orang.”

Tidak itu saja menurut dr. Robby, para korban juga ditindaklanjuti pengobatannya dan dilakukan pemantauan terus-menerus secara komprehensif. Ia pun bersyukur, akhirnya umumnya para korban dapat sembuh.

Banyaknya para korban yang mengalami luka-luka akibat gempa saat itu, dr. Robby juga menuturkan tim sempat mengalami kekurangan obat-obatan. Hingga akhirnya dirinya sempat pulang ke Jawa Timur untuk mengambil persediaan obat-obatan. Di samping itu, akhirnya juga banyak bantuan pengadaan obat-obatan yang mengalir dari pihak lain ke posko HILMI-FPI.

Hari-hari selanjutnya menurut dr. Robby, masyarakat korban gempa banyak mengalami infeksi saluran pernapasan (ispa), batuk, pilek, diare serta gatal-gatal.  Yang secara prosentase terhitung sebanyak 22% yang mengalami.

Sakit mag juga cukup dominan dialami warga. Hal ini dipengaruhi oleh kecemasan dan trauma akan terjadinya gempa kembali yang mengakibatkan asam lambung melonjak. Tim Medis HILMI-FPI dalam hal ini juga sempat kekurangan obat penetralisir asam lambung tersebut.

Tak jarang disela kesibukannya sebagai petugas kesehatan, dr. Robby tak lantas berdiam diri manakala Tim Relawan HILMI-FPI lainnya melakukan kegiatan lain, terutama tim pendistribusian logistik.

Fleksibilitas dirinya ia tunjukan turut membantu pembagian logistik bersama para Relawan HILMI-FPI. Ia tak segan ikut bergelantungan di atas mobil bak terbuka yang bermuatan penuh logistik bantuan.

Suatu ketika bahkan dirinya sempat ikut terlibat memasuki daerah yang sulit, rawan dan terisolir di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Di mana kawasan tersebut memiliki jalur sempit, yang di sisi kanan dan kirinya terdapat jurang yang sangat curam.

Tak sekedar itu, dirinya juga menuturkan membawa 500 Al Qur’an serta 2000 buku ‘Iqro untuk dibagi-bagikan ke masyarakat sebagai bentuk perhatiannya.

Gambaran sisi lain dari kiprah seorang dokter selama berjuang memberikan pelayanan terbaiknya di Lombok ini, ada baiknya pembaca Media HILMI dapat simak dalam video liputan lengkapnya di bawah ini. (RG)

Artikel Lainnya :

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Kiprah Tim Medis HILMI-FPI di Lombok
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram