Fefi Arianto, Sang Komandan Logistik Posko HILMI-FPI

Hilal Merah Indonesia, NTB Keberadaan Posko Relawan HILMI-FPI dalam membantu para korban gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai peran penting untuk menunjang misi kemanusiaan yang dijalankan.

Selain berfungsi sebagai kamp para relawan, posko juga difungsikan sebagai gudang logistik untuk menampung bantuan yang masuk serta alur distribusi bantuan ke masyarakat.

Gudang logistik Relawan HILMI-FPI yang berada di dalam gedung SDN 2 Kayangan, Lombok Utara itu, dipimpin oleh Kepala Logistik dipercayakan dibawah kendali Fefi Arianto yang merupakan relawan asal Jakarta.

Fefi Arianto yang menjabat juga sebagai Qoid DPC FPI Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah berada di Lombok sejak 8 Agustus 2018 lalu, yang merupakan salah satu rombongan relawan kloter pertama yang dikirim ke Lombok dari DPP HILMI dan FPI.

Menurut Bang Fefi, begitu beliau akrab dipanggil, gudang logistik HILMI-FPI telah menampung sebanyak 50 ton lebih logistik bantuan bedasarkan data per 13 September 2108 lalu, yang terdiri dari beragam jenis barang, yang merupakan bantuan dari berbagai pihak, termasuk yang dikirim dari cabang-cabang HILMI dan FPI dari berbagai daerah.

Disinggung soal pendistribusian logistik, Bang Fefi yang diwawancarai langsung oleh Ketua DPP HILMI, Habib Ali Al Hamid mengatakan, setahap ini Relawan HILMI-FPI telah berhasil mendistribusikan bantuan kepada 390.000 jiwa, di 5 kecamatan, 48 desa, dan 516 dusun se-Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Media HILMI yang meliput keadaan gudang yang merupakan ruang kelas belajar para murid SDN 2 Kayangan itu, setiap jenis barang yang terdiri bahan-bahan kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan mandi, obat-obatan dan lainnya tertata rapi di atas meja di setiap sudut-sudut ruangan.

Di lantai juga nampak terdapat bungkusan-bungkusan logistik dalam karung-karung besar, yang biasanya merupakan bantuan logistik yang baru masuk didatangkan.

Pendistribusian Bantuan

Banyaknya logistik di dalam gudang yang bak mini market seperti yang diumpamakan Habib Ali Al Hamid, juga menjadi tanda kepercayaan masyarakat yang menitipkan amanahnya kepada HILMI-FPI.

Amanah itu dijalankan penuh tanggungjawab oleh para Relawan HILMI-FPI, yang setiap harinya mendistribusikan bantuan kepada para korban gempa, mulai pagi hingga tengah malam.

“Di awal pasca bencana itu, bahkan kita mulai subuh sampai jam 11 malam bahkan sampai jam 2 pagi.” Ungkap Bang Fefi menceritakan bagaimana kerja keras para Relawan HILMI-FPI dalam mendistribusikan bantuan ke masyarakat.

Tak jarang Bang Fefi juga turut membantu terjun ke lapangan bersama para relawan lainnya, terutama pasca gempa besar 5 Agustus 2018 lalu. Bang Fefi juga turut menyaksikan bagaimana Relawan HILMI-FPI dapat menembus kawasan-kawasan yang terisolir untuk memberikan bantuan.

Dalam pendistribusian bantuan, menurut Bang Fefi posko Relawan HILMI-FPI senantiasa mencatat jumlah dan jenis barang. Baik yang masuk maupun yang hendak distribusikan.

Hal itu tercatat dalam lembar-lembar administrasi berupa daftar nama-nama barang yang akan disalurkan, nama daerah yang akan dituju serta jumlah kepala keluarga yang akan menerima bantuan. Yang sebelumnya juga dilakukan survey, guna mengetahui kondisi di lapangan.

Tak jarang permintaan bantuan juga datang dari warga yang langsung mengunjungi posko Relawan HILMI-FPI.

Kerinduan yang menggelayut

Bang Fefi yang juga berstatus karyawan salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini, terbang ke Lombok juga mendapat dukungan dari majikannya. Cuti panjang pun diberikan sang majikan sebagai bentuk dukungan moril kepadanya.

Tak sampai di situ, sang majikan juga menitipkan sejumlah bantuan tunai untuk disalurkan kepada para korban gempa.

Di sela wawancara, Bang Fefi sangat mengapresiasi kebaikan sang majikan, yang disertai ucapan terima kasih yang mendalam.

Dukungan teristimewa juga datang dari sang isteri. Yang sejak awal keberangkatan dengan penuh kerelaan melepasnya untuk menjadi relawan kemanusiaan di Lombok.

Teristimewa lagi, sang istri juga teribat langsung dalam penggalangan bantuan yang kemudian disalurkan melalui HILMI-FPI.

Meski demikian, keberadaan Bang Fefi di Lombok yang telah memasuki satu bulan lebih, seringkali dilanda kerinduan, terutama kepada keluarga tercinta, isteri dan anak-anaknya di rumah. Seringkali ia pendam rasa yang menggelayut itu semata-mata demi mengedepankan misi kemanusiaan yang tengah dijalaninya.

“Punya rasa kangen gak sih?” tanya Habib Ali Al Hamid di sela wawancara.

Sambil tersenyum, Bang Fefi mengiyakan pertanyaan itu, “Kalau kangen sih pasti ada. Tapi, demi tugas kemanusiaan ya saya kesampingkan hal itu.”

Untuk mengobati kerinduan tersebut, Bang Fefi membuat solusi dengan saling berkomunikasi lewat telpon atau video call lewat jalur aplikasi whatsapp.

Seringkali ia juga diminta untuk pulang oleh istri dan anak-anaknya. Namun lagi-lagi ia beralasan tugas kemanusiaan yang diembannya belum selesai.

Begitulah gambaran kecil dan sisi lain dari seorang relawan. Yang dalam hal ini tergambar dari seorang Fefi Arianto. Sebagai petugas kemanusiaan tentu juga memiliki sisi-sisi manusiawi dalam menjalani tugasnya.

Bagi Bang Fefi, jalan panjang masih membentang. Seiring keberadaan rekan-rekan Relawan HILMI-FPI lainnya, yang hingga kini masih berada di Lombok untuk terus membantu para korban bencana semaksimal mungkin. (RG)

Artikel Lainnya :

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bakti Sosial / Fefi Arianto, Sang Komandan Logistik Posko HILMI-FPI
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram