Relawan HILMI-FPI Bangun Sekolah Darurat, Kepala Sekolah Menangis

Hilal Merah Indonesia, NTB – Dampak dari gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakibatkan begitu banyak rusaknya infrastruktur, termasuk sarana pendidikan, sekolah-sekolah yang tersebar di Pulau Seribu Masjid itu.

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 606 sekolah di NTB rusak akibat gempa. Sekitar 3.051 ruang kelas di ratusan sekolah itu mengalami kerusakan, 1.460 di antaranya rusak berat.

Tidak kecuali apa yang dialami oleh SMPN 2 Kayangan, yang terletak di jalan Jurusan Santong Lokok Sutrang, Sesait, Lombok Utara.

Sekolah yang terdiri 8 ruang kelas, 2 laboratorium dan 1 perpustakaan ini rusak berat akibat diguncang gempa. Kerusakan di SMPN 2 Kayangan ini, paling parah terdampak pada ruang laboratorium serta mushola.

Tergerak melihat kondisi ini, Relawan HILMI-FPI mulai 6 September 2018 lalu, membangun kelas-kelas darurat guna membantu agar proses belajar mengajar di sekolah tersebut dapat tetap berjalan. Mengingat para murid cukup lama terhenti aktifitas belajarnya.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 2 Kayangan, Bapak Zubaer, pihaknya sebelumnya merasa kebingungan untuk melanjutkan aktifitas belajar mengajar lantaran belum mendapat bantuan dari pihak pemerintah. Ditambah dengan adanya perpanjangan masa tanggap darurat bencana diperpanjang hingga 6 bulan, yang tentu memberi dampak kerbelangsungan aktifitas belajar mengajar. Yang dapat dipastikan murid-murid hanya bisa berdiam diri, tidak dapat bersekolah dan belajar sebagaimana mestinya.

Sambil terisak, Pak Zubaer mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya kepada Relawan HILMI-FPI yang telah membantu mendirikan ruang-ruang kelas darurat, meski hanya berupa bangunan dari bambu dan terpal yang sangat sederhana.

Namun hal itu sangat berarti bagi murid-murid, yang selama ini hanya dapat belajar di atas halaman sekolah yang sering kali kepanasan diterpa terik matahari. Juga jauh dari konsenstrasi.

Menurut Eko Purnomo, selaku Wakil Koordinator Relawan HILMI-FPI, ruang-ruang kelas tersebut proses pengerjaannya murni dilakukan oleh para laskar HILMI-FPI yang berasal dari berbagai daerah, selama 2 hari berturut-turut. Yang kesemuanya dilakukan agar murid-murid SMPN 2 Kayangan dapat belajar kembali dengan nyaman.

Tak luput, murid-murid SMPN 2 Kayangan pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Relawan HILMI-FPI, yang diabadikan dalam sesi foto bersama.  (RG)

Artikel Lainnya :

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pendidikan / Relawan HILMI-FPI Bangun Sekolah Darurat, Kepala Sekolah Menangis
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram