Demi Warga, Relawan HILMI-FPI Tembus Pedalaman Lombok

Hilal Merah Indonesia, NTB Empat puluh hari lebih, Relawan HILMI-FPI menetap dan bertahan di lokasi bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 29 Juli 2018 lalu. Sebagai penulis yang meliput dan melihat langsung segala aktifitas mereka, kata tak mengenal lelah rasanya menjadi kata yang paling pas yang senantiasa membakar semangat para relawan.

Tak kecuali dengan Tim Logistik Relawan HILMI-FPI, Senin malam (10/9) bertepatan dengan malam Tahun Baru 1440 Hijriyah masih menyempatkan diri untuk mendistribusikan logistik, meski sebelumnya sepanjang hari telah melakukan hal sama ke beberapa tempat.

Dan tidak tanggung-tanggung daerah yang dituju adalah kawasan pedalaman Dusun Batu Hilir, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara yang berjarak 15 kilometer dari keberadaan posko induk HILMI-FPI di kawasan Kayangan.

Hal ini dilakukan semata-mata demi menolong para warga yang dikabarkan hingga saat ini masih minim mendapat bantuan.

Dipimpin langsung Ketua DPP Hilal Merah Indonesia (HILMI) bersama belasan laskar dan relawan, malam yang berselimut angin cukup kencang itu rombongan relawan menembus kawasan yang merupakan salah satu pusat gempa manakala gempa besar terjadi.

Sepanjang perjalanan, nampak reruntuhan bangunan berserakan di sisi-sisi jalan, menjadi saksi bisu bagaimana kawasan tersebut benar-benar luluhlantak diguncang gempa. Hanya beberapa bangunan yang masih bertahan, itupun telah ditinggal penghuningya. Lolongan anjing-anjing liar sesekali menyalak dari balik kesunyian. Seolah memperkuat tragedi yang terjadi.

Memasuki Desa Teniga, dingin menusuk kulit menyambut rombongan Relawan HILMI-FPI. Gelap mewarnai kawasan berbukit dengan jalan sempit berbatas jurang yang sangat curam. Sesekali para relawan dikagetkan dengan tikungan menukik di hadapan. Mobil yang membawa logistik dan relawan pun sempat terperosok ratusan meter akibat tak kuasa melaju pada tanjakan yang ekstrim.

Meski sempat dirasuk rasa takut, para Relawan HILMI-FPI tetap bersemangat melanjutkan perjalanan. Ghirah semakin dikobarkan. Untuk membakar semangat Mars Front Pembela Islam (FPI) pun dikumandangkan. ‘Isy kariman aw mut syahida membelah belantara kegelapan.

Rasa hangat mulai mengalir mengusir dingin yang tadinya mendekap. Kehangatan itu semakin terasa manakala rombongan mulai menemukan tanda-tanda kehidupan penduduk. Sesekali sahutan “assalamualaikum” diteriakan warga menyambut rombongan.

Tidak itu saja, teriakan takbir khas FPI pun dilontarkan anak-anak kecil di sisi jalan menyambut mobil relawan HILMI-FPI saat melintas. Bangga serta haru terserap di hati kami masing-masing.

Sekitar pukul 09.00 malam, akhirnya Tim Relawan HILMI-FPI berhasil menurunkan bantuan di Dusun Batu Hilir. Diwakili perwakilan relawan, Ustadz Fefi Arianto, bantuan berupa paket sembako, pakaian, sarung, mukena, perlengkapan mandi dan lainnya itu, akhirnya diterima dengan penuh rasa syukur oleh perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Berlanjut keesokan harinya (12/9) untuk kembali mendistribusikan bantuan, Tim Relawan HILMI-FPI juga menindaklanjuti laporan kawasan-kawasan yang masih minim bantuan. Siang itu, rombongan relawan yang dipimpin Ustadz Jaka Shanthana Priangan, selaku Sekjen DPC FPI Jagakarsa, Jakarta Selatan bersama tujuh orang relawan berangkat menuju Dusun Busur Timur dan Dusun Sambik Bangkol yang keduanya masih dalam kawasan Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Mengangkut ratusan paket sembako, susu bayi, pempers dan lainnya, Tim Logistik Relawan HILMI-FPI kali ini bergerak menuju pelosok dusun yang tandus dilanda kekeringan cukup parah. Pekat debu bertebaran sesekali menerpa kala mobil yang relawan tumpangi melintas. Rasa sesak di pernafasan, perih di mata dan gatal di tenggorokan, meradang seketika. Meski begitu, perjalanan tetap harus berlanjut mengingat jarak tempuh yang cukup jauh.

Tiba di Dusun Busur Timur, Tim Relawan HILMI-FPI disambut antusias warga yang sebelumnya telah menunggu di lokasi. Dalam sambutannya Ustadz Jaka mengajak para warga untuk tetap bersemangat, tetap bersyukur dan berdoa. Beliau juga menambahkan, khususnya kepada anak-anak untuk tidak meninggalkan mengaji serta shalat lima waktu.

Mudah-mudahan pemberian HILMI-FPI ini, menjadi berkah dan barokah bagi kita semuanya.” Pungkas Ustadz Jaka yang diaminkan para warga. Juga Pak RT setempat yang turut hadir.

Di sisi lain perwakilan warga setempat dalam sambutannya juga menilai keberadaan Relawan HILMI-FPI dinilai sangat dekat dengan masyarakat sejauh ini. Meski sebelumnya banyak dipandang negatif oleh beberapa pihak.

Ditambahkan pula, khususnya di Kabupaten Lombok Utara (KLU) FPI menjadi salah satu ormas yang telah stand by berada di Lombok sejak gempa pertama terjadi.

Dalam kesempatan itu, turut juga disampaikan doa untuk Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Syihab. Dengan harapan semoga senantiasa diberikan kesehatan agar dapat terus memimpin FPI sehingga membawa keberkahan bagi bangsa dan agama.

Sebagai pamungkas, dengan meriah para warga menyerukan, “Terima kasih FPI !

Senja yang mulai memerah mengiringi kepergian kami untuk melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya. Diterpa angin kencang bertiupan yang mewarnai sepanjang perjalanan. Bahkan beberapa kali pohon tumbang sempat menghalangi gerak laju mobil.

Alhamdulillah, rombongan Tim Relawan HILMI-FPI dapat tiba menjelang maghrib di Dusun Sambik Bangkol, yang juga telah ditunggu oleh warga. Kehangatan sambutan warga mampu mengusir dingin yang melanda dusun yang berada di kaki Gunung Rinjani tersebut. Bahkan, cukup mengagetkan di antara kerumunan warga, perwakilan Tim Relawan HILMI-FPI, Ustadz Jaka sempat disapa beberapa kali dengan sebutan “Presidennya NTB”.

Sorak-sorai semakin meriah manakala logistik bantuan mulai diturunkan dari mobil dan dibagikan secara merata kepada perwakilan kepala keluarga masing-masing. Sebagai pewarta yang langsung merekam peristiwa ini, saya seolah merasakan kami disambut bak pejabat negara yang mengunjungi dan memberi perhatian mereka.

Lepas sanjungan tersebut, saya justru menilai keberadaan Relawan HILMI-FPI memang sangat dekat dengan masyarakat korban gempa. Kedekatan ini tentu dibuktikan dengan totalitas dan ketulusan para relawan yang pagi, siang, malam, tanpa mengenal lelah membantu para korban yang berada di mana pun, sesulit apapun keberadaannya untuk dijangkau.

Dan semangat ini, tentu tak lepas pula dari peran besar Habib Muhammad Rizieq Syibab, yang dalam amanatnya sejak awal bencana terjadi, mengajak para Relawan HILMI-FPI menjadikan Lombok sebagai ladang jihad untuk berbuat kebaikan semaksimal mungkin.

Apa yang berlaku, saya bersyukur menjadi saksinya. Dan sebagai salah satu penyaksi, akan saya tuangkan dalam tulisan-tulisan lainnya, di kesempatan berikutnya. (RG)

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Demi Warga, Relawan HILMI-FPI Tembus Pedalaman Lombok
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram