Selesainya Bedah Rumah Juru Dakwah Sinabung

Merasa tak cukup hanya dengan ucapan terimakasih, Istri Ustadz Bukhori Ginting kini menganggap Sayed Hud Alatas seperti ayahnya sendiri. Hal ini disampaikan Tim Bedah Rumah Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara pada saat Ustadz Bukhori beserta istri berkunjung ke rumahnya yang sudah rampung 95% direnovasi, Minggu (6/5/2018).

“Habib Hud (panggilan mereka kepada Ketua DPD FPI Sumut) sudah kami anggap sebagai ayah kami sendiri, karena atas kebaikan Habiblah kini rumah kami yang sudah hampir roboh bisa diperbaiki dan bagus seperti ini”. ujarnya.

Kondisi rumah Ustadz Bukhori sebelum dan sesudah dibedah.
Kondisi rumah Ustadz Bukhori sebelum dan sesudah dibedah.

“Sejak erupsi yang lalu, Habib dan rombongan sudah sangat peduli kepada kami dan warga. Hampir kebutuhan warga pasca erupsi tersebut diadakan habib dan kawan-kawan. Setidaknya dalam setiap minggunya Habib selalu datang kemari untuk mengirimkan bantuan sembako dan lainnya serta mencek kebutuhan warga terutama kebutuhan tempat ibadah dan fasilitas umum”. Tambahnya sembari mengenang pasca terjadinya bencana erupsi Gunung Sinabung tersebut.

Sedikit berbeda dengan istrinya, Ustadz Bukhori seakan tidak sanggup berkata banyak. Beliau hanya mengatakan, akan lebih giat lagi berbuat untuk kemaslahatan di kampungnya. Karena beliau sadar bahwa mungkin apa yang keluarganya terima saat ini adalah balasan dari Allah atas apa-apa yang sudah  diusahakannya selama ini. Dan juga mendoakan agar Front Pembela Islam terkhusus Habib Hud dan kawan-kawan serta para donator, akan mendapatkan balasan kebaikan dan rezeki yang melimpah dari Allah SWT.

Ustadz Bukhori sendiri merupakan seorang pendakwah dan bilal mayit yang sudah 32 tahun mengabdikan dirinya untuk Syiar Agama Allah sebagai pengajar mengaji dan bilal mayit untuk 6 Desa di Kecamatan Tiga Nderket, Tanah Karo, Sumatera Utara.

“Sudah sewajarnya kami menjatuhkan pilihan kepada keluarga Ustadz Bukhori untuk menerima program bedah rumah itu. Apa yang kami lakukan ini pun belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pengorbanan dan perjuangan beliau terhadap agama Allah di kampung itu. Kita harus bisa peduli dan mengapresiasi ulama-ulama istiqomah apalagi di daerah pedalaman seperti ini, yang selalu rentan dengan situasi kehidupannya sendiri. Kita tahu ulama seperti ini jarang tersentuh oleh pemerintah dan kita sebagai ummat. Apalagi sama-sama kita ketahui pasca erupsi Gunung Sinabung kemarin, kondisi rumah Ustadz Bukhori memang sudah memprihatinkan, sewaktu-sewaktu bisa rubuh.” terang Sayed Hud Alatas saat kami konfirmasi melalui selular. (Kontributor FPI Sumut)

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bedah Rumah / Selesainya Bedah Rumah Juru Dakwah Sinabung
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram