HILMI Bantu Pengidap Kanker Mata di Desa Terpencil

Hilal Merah Indonesia – Menempuh perjalanan 3,5 jam dari Solo, seorang diri Ustadz Choirul RS dari Hilal Merah Indonesia (HILMI) bergerak menuju Desa Setren, Kismantoro, Wonogiri, desa yang terjal antara bukit dan jurang, untuk menemui Bapak Panut (48 th) pengidap penyakit kanker mata.

Rumah Pak Panut sendiri tidak bisa dilalui motor sekalipun. Bahkan berjalan kaki saja sulit dan bila tidak berhati-hati akan terpeleset, karena sangat licin bila musim hujan. Tinggal di rumah bambu dengan dinding yang sudah bolong-bolong, semakin membuat miris melihat keadaan kehidupan Pak panut.

Keadaan rumah Pak Panut di Desa Setren, Kismantoro, Wonogiri.
Keadaan rumah Pak Panut di Desa Setren, Kismantoro, Wonogiri.

Hidup miskin sebagai buruh tani, Pak Panut sangat kesulitan untuk berobat ke rumah sakit untuk mengobati matanya. Penderitaan itu diperparah sejak beliau ditinggal pergi istrinya begitu saja dan harus mengurus anak-anaknya seorang diri di desa terpencil yang dikepung gunung dan jurang.

Pak Panut saat dioperasi.
Pak Panut saat dioperasi.

Sebelum pamit, diri Ustadz Choirul RS sempat memberikan uang kepada Pak Panut serta ongkos sewa mobil agar keesokan harinya bisa dibawa ke klinik mata di kota Wonogiri untuk pemeriksaan matanya.

Selang satu minggu kemudian tepatnya Senin 22 Januari 2018, Ustadz Choirul RS kembali ke Wonogiri untuk menemani proses operasi mata yang diderita Pak Panut. Alhamdulillah, dalam waktu 2 jam proses operasi berjalan baik. Hilal Merah Indonesia (HILMI) pun bersyukur dapat berbuat dan membatu Pak Panut. “Seluruh biaya pengobatan yang dibebankan pak Panut ditanggung oleh HILMI.” tutup Ustadz Choirul RS. (CRS/RG)

Aplikasi HILMI FPI

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram