Amran Aji dari Hilal Merah Indonesia (HILMI) saat menjenguk Ibu Nurhayati.

Kondisi Malang Ibu Nurhayati Butuh Bantuan Segera

Hilal Merah Indonesia – Begitu miris nasib Ibu Nurhayati, seorang janda yang hidup bersama cucunya. Kondisinya sebagai tulung punggung keluarga semakin membuat orang setiap menengoknya harus mengelus dada dan meneteskan air mata. Penderitaaan hidup Ibu Nurhayati mengingatkan peristiwa yang dialami Nabi Yaqub as yang harus menderita luka pembusukan hingga dijauhi masyarakat sekitar dan keluarganya. Meski Ibu Nurhayati tidak dijauhkan oleh masyarakat seperti Nabi Yakub, tapi ibu Nurhayati belum lama ini secara bertubi-tubi kehilangan orang-orang yang dikasihinya. Pertama suaminya meninggal, kemudian disusul anak pertamanya dan anak terakhirnya. Sekarang ini, Ibu Nurhayati hidup bersama dua anak berikut satu cucu. Salah satu anaknya pun berstatus janda.

Setiap peristiwa yang terjadi di muka bumi ini selalu ada contoh yang dberikan oleh Allah Swt sehingga musibah yang terjadi di muka bumi ini tidak punya alasan untuk menjauhkan dari Allah Swt. Justru penderitaan membuat manusia semakin tahu diri karena kekuasaan hanya milik Allah Swt. Sedikit saja rasa sakit dan penyakit ada di tubuh, maka manusia tak punya kuasa. Karena itu, manusia yang diberi kesehatan tidak boleh melupakan saudaranya yang diuji dalam kesakitan. Kewajiban orang yang diberi kesehatan membantu orang yang diuji dalam kesakitan. Hanya peran lah yang membedakan manusia dalam  kehidupan, dan Allah lah yang akan menilai kesabaran dan kemuliaan setiap manusia. Ada saatnya manusia dituntut sabar seperti Ibu Nurhayati, dan ada saatnya manusia dituntut berhati mulia membantu saudara dan tetangganya seperti Bu Nurhayati.

Ibu Nurhayati saat ini tergeletak tak bisa berbuat apa-apa di rumahnya yang juga kondisinya tidak layak.  Cucu dan dua anaknya hanya bisa menyaksikan kondisi sosok andalan dalam hidup mereka  harus terkapar di atas kasur. Pembengkakan dan pembusukan di kaki begitu parah, hingga nanah pun keluar dari kakinya yang kian hari semakin akut. Berita kondisi Nurhayati pun terdengar oleh aktivis Hilal Merah Indonesia (HILMI) FPI diwakili Pak Amran dan tanpa menunggu waktu lama, aktivis HILMI langsung melakukan tindakan penanganan terhadap Bu Nurhayati. Untuk penanganan medis Bu Nurhayati bekerjasama dengan Ustadz Zainuddin.

Mengingat kondisi rumah Bu Nurhayati sangat tidak layak dan begitu memprihatinkan, maka HILMI FPI mengambil keputusan untuk membedah rumahnya. Alhamdulillah, proses pembedahan rumah Bu Nurhayati sudah dilakukan oleh tim di bawah koordinasi Cahyadi. HILMI-FPI  bekerjasama dengan Cahyadi, Ketua KSM Pelita Jampang Gemilang Laz Al Azhar untuk membedah rumah Bu Nurhayati. Dengan demikian, HILMI-FPI  membantu sepenuhnya baik proses penyembuhan dan pembedahan rumah untuk Bu Nurhayati. Semoga upaya membantu hamba Allah ini menjadi pintu keberkahan bagi bangsa Indonesia, khususnya ummat Islam di negeri ini. Amin.

Untuk itu, HILMI FPI kini membuka pintu terbuka kepada siapapun yang terketuk hatinya untuk membantu proses pembedahan rumah dan penanganan medis atas Ibu Nurhayati  yang setiap harinya harus merintih kesakitan karena pembengkakan bagian kaki yang kian parah. Kondisi Bu Nurhayati saat ini tak bisa beraktivitas, maka sungguh mulia bila ada hamba Allah yang terpanggil untuk membantunya.

Hingga saat ini sudah masuk bantuan berupa material senilai 3,2 juta rupiah di bawah koordinasi Ust Usman. LAZ Al Azhar menyumbang 2 juta rupiah. Sejumlah person lainnya juga sudah menyisihkan kekayaannya untuk Bu Nurhayati seperti Drg Adisti Eka Farah Dewi di angka 300 ribu rupiah, Bapak Hardi di angka 150 ribu rupiah, Ibu Etim di angka 100 ribu rupiah, Pak Ari Wahyu di angka 100 ribu rupiah dan Kapolsek Kemang Bapak Haji Ade Yusup Hidayat di angka 500 ribu rupiah. Dengan demikian, hingga tulisan ini dinaikkan terkumpul 6 juta 350 ribu.  Semoga Allah melipatgandakan rejekinya bagi siapapun yang membantu Ibu Nurhayati yang saat ini di bawah penanganan HILMI-FPI ( AR/HILMI)

Aplikasi HILMI FPI

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram