Ibu Novi dalam perawatan di RSUD Bendan, Pekalongan.

HILMI Peduli Pasien Gagal Ginjal di Pekalongan

Hilal Merah Indonesia (HILMI) kembali menaruh kepedulian pada mereka yang kesusahan, kali ini kepada keluarga ibu Novi di Pekalongan. Setelah mendapatkan laporan terkait kondisi keluarga yang bersangkutan, HILMI langsung menindaklanjuti laporan Ibu Novi yang saat ini sudah terbaring di rumah sakit.

Ibu Novi yang sudah ditinggal suaminya enam tahun lalu pada awalnya tegar menghadapi cobaan demi cobaan. Meski suaminya sudah meninggal, ibu Novi masih bisa menghidupi empat anaknya yang berstatus yatim dengan membuka usaha cathering. Ibu Novi mampu menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Namun perjuangan Ibu Novi yang menghidupi keluarganya tanpa mengharapkan belas kasihan  dari orang lain selama beberapa tahun terakhir ini, harus menghadapi kondisi yang paling rumit. Ibu Novi tiba-tiba divonis menderita gagal ginjal.

Kondisi inilah membuat Ibu Novi sulit melanjutkan usaha catheringnya. Padahal hanya usaha itu yang bisa memenuhi kebutuhan hidup empat anaknya. Gagal ginjal yang diderita Ibu Novi dalam 10 bulan terakhir ini menuntutnya harus cuci darah 2 kali dalam seminggu.

Kini ibu Novi dengan kondisi seperti ini tidak mampu lagi bekerja dan hanya berharap dari uluran tangan manusia-manusia berbudi luhur yang dapat membantunya.

Menurut laporan dari tim HILMI menyebutkan, Ibu Novi harus rutin mendatangi  RSUD Bendan Pekalongan memakai KIS atau surat keterangan tidak mampu untuk cuci darah.

Ibu Novi bersama keempat anaknya ketika masih dalam kondisi sehat.
Ibu Novi bersama keempat anaknya ketika masih dalam kondisi sehat.

Untuk itu, HILMI sebagai pihak pertama yang dihubungi terkait kondisi ibu Novi, membuka pintu selebar-lebarnya untuk membantu ibu Novi dari cobaan ini. Melalui cobaan yang dialami Ibu Novi, kita semua diuji juga oleh Allah sejauh mana kepedulian kita kepada hamba Allah.

Semoga kita termasuk orang yang diberi hidayah sehingga tergerak membantu ibu Novi empat anak ini.  Saat ini Rafi (21 th), Aldi (19 th), Nabila (17 th) dan Aliya (14 th), empat anak Ibu Novi yang belum mandiri hanya bisa meratapi kondisi ibu mereka yang terbaring di rumah sakit.

Apalagi berdasarkan laporan terbaru, Rafi sebagai anak terbesar Ibu Novi juga harus membayar biaya kuliah.

Sengaja Rafi dipertahankan untuk melanjutkan kuliah karena tinggal skripsi. Tentu harapannya adalah Rafi seusai kuliah bisa bantu keluarga. Sementara anak keduanya, Aldi, seusai tamat SMA harus bekerja di salah satu retail dengan gaji hanya satu juta rupiah perbulan.

Gaji itu pun harus memenuhi seluruh kebutuhan keluarga termasuk pembayaran listrik dan kebutuhan hari-hari. Anak-anak tanpa dosa ini  harus prihatin atas kondisi ibu mereka tanpa daya.

Untuk membantu kondisi Ibu Novi, para dermawan yang budiman dapat menghubungi HILMI lewat halaman hubungi kami atau langsung kepada ibu Novi di nomor kontak 085869064749.

Semoga Allah melipatgandakan rejeki Anda dan memuliakan Anda di dunia dan akherat melalui bantuan dan kepedulian kepada Ibu Novi dan keluarganya yang saat ini tak berdaya. (ar)

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / HILMI Peduli Pasien Gagal Ginjal di Pekalongan
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram