Menuai Kebaikan Lewat Bekam

Hilal Merah Indonesia, JAKARTA – Banyak yang dilakukan untuk memaknai Idul Adha. Salah satu hari besar ummat Islam yang banyak memiliki nilai historis, terutama hakikat pengorbanan Nabi Ibrahim alaihissalam dan Ismail alaihissalam.

Dan tentu, makna pengorbanan tersebut dapat dimanifestasikan dalam bentuk apapun.

Sebagai momentum untuk memberikan manfaat bagi sesama dalam menuai kebaikan di bulan yang mulia ini, Hilal Merah Indonesia (HILMI) mengadakan layanan pengobatan gratis berupa bekam dan terapi listrik, Kamis siang kemarin (31/8).

Pengobatan Gratis Hilal Merah Indonesia lewat Bekam dan Terapi Listrik
Pak Sianturi saat mendapat layanan bekam dari Pak Ody.

Aksi dilakukan secara door to door menjemput pasien ke rumahnya masing-masing di sekitaran wilayah Matraman Jakarta Timur.

HILMI Mengundang Ahli Terapis dan Bekam

Untuk melakukan itu, HILMI mengundang Bapak Ody Santoso yang merupakan ahli terapis dan bekam dari sebuah lembaga pendidikan bekam yang berpusat di kota Bogor Jawa Barat.

Pak Ody, begitu sapaan akrab bapak paruh baya ini mengatakan, pengobatan sesuai sunnah Rasulullah ini merupakan metode pengobatan klasik ajaran Islam untuk mengeluarkan darah kotor serta racun-racun yang mengendap dalam tubuh.

Sedangkan terapi listrik berguna menstimulasi kembali aliran darah agar segar dan nyaman kembali.

Tak heran, mayoritas para pasien adalah para manula yang mengidap penyakit darah tinggi dan stroke.

Meski pengobatan ini bersifat islami, namun bakti pengobatan yang dilakukan HILMI ini tidak menutup mata bagi mereka yang non muslim.

Bagi HILMI sebagai lembaga kemanusiaan, tugas melayani sesama haruslah mampu keluar dari kotak-kotak yang membatasi.

Amanat Imam Besar Habib Muhammad Rizirq Syihab

Hal ini sesuai dengan amanat Imam Besar Habib Rizieq Syihab kepada Hilal Merah Indonesia dalam setiap melakukan aksi dan baktinya, untuk membantu sesama haruslah tulus dan ikhlas tanpa memandang suku, agama, etnis atau golongan apapun.

Begitu, yang disampaikan Ketua DPP HILMI, Habib Ali Al Hamid yang selalu mendampingi Pak Ody dalam aksi pengobatannya.

Seperti apa yang dialami Pak Sianturi (54 tahun), salah satu pasien non muslim yang mengidap stroke hampir 8 tahun sejak 2009 ini, dapat dilayani dengan sebaik mungkin.

Bagi HILMI, Pak Sianturi bukanlah orang baru, karena sebelumnya saat masih mengidap darah tinggi HILMI selalu menyuplai kebutuhan obat-obatan yang dibutuhkan beliau.

Bahkan saat beliau pertama kali mulai terkena stroke, HILMI juga pernah menghadiahkannya sebuah tongkat untuk membantunya berjalan.

Lebih dari itu, beberapa kali HILMI juga memberikan bantuan berupa zakat atau infaq kepada bapak 2 orang ini yang hidup sakit-sakitan dan kekurangan.

Rencananya aksi pengobatan bekam dan terapi listrik ini, akan menjadi agenda paripurna Hilal Merah Indonesia (HILMI) untuk memberikan layanan kesehatan gratis, terutama bagi mereka kalangan yang tidak mampu. (rg)

Artikel Lainnya :

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Menuai Kebaikan Lewat Bekam
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *